Meninggalnya Si Ustadz Gaul, UJE

Sedih, berasa kehilangan. Kenapa ya? Apa cuma perasaan sementara?

Biasanya kalo ada public figure yang meninggal, gua belum pernah
seterenyuh ini. Lihat anak-anak Uje yang masih kecil-kecil dan masih
butuh teladan dari sang ayah berasa semakin menjadi-jadi perasaan
sedih ini. Apalagi pas istri almarhum Uje sempet kayak orang
keliyengan, dan yang bikin gua sampe netesin air mata (gua ga pernah
nangis klo liat public figure meninggal, paling cuma ikut berbela
sungkawa) adalah pas Umi Pipik nunjukin sebuah gambar awan hasil
jepretan yang disimpan di ponselnya. Awan itu menyerupai orang yang
duduk berdoa. Menurut Umi, gambar itu diambil saat pemakaman Uje.
Wallaahu a'lam.

Suami saya orang baik, seperti itu ujar Umi.

Awal guah liat Uje itu kapan gua juga lupa. Yang jelas, yang gua
inget, pertama kali gua liat beliau tausiyah (sekali lagi di tv), saya
bisa menilai Ustadz ini enerjik, fasih bacaan dalilnya, lumayan
ganteng, ustadz ini punya gaya tersendiri buat menarik hati orang
lain. Dan saya suka. Dan orang lain pun seolah mengiyakan pendapat
saya. Misalnya, waktu itu ayah saya sih. Beliau memberikan saya sebuah
busana muslim, katanya model Uje. Kemudian media pun menjulukinya
ustadz gaul, karena enerjik dan pemilihan katanya dalam berdakwah,
dari sini saya semakin yakin bahwa beliau memang layak untuk
diteladani, tentunya tanpa melupakan teladan teragung bagi umat Islam
yakni, Nabi Muhammad saw.

UstAd Jeffry Al Bukhori, semoga amal ibadahmu diterima di sisi Allah
SWT, dan semoga kami bisa meniru teladan baikmu. Aamiin.

UJE [MENGINSPIRASI]

0 komentar:

Post a Comment