Menyesal Selalu Datang Belakangan (lagi)

Bertemu dengan kesalahan lagi. Apa setiap kali secara periodik saya
harus berbuat salah seperti ini. Bukannya apa, saya janya takut jika
saya dapat adzab, astaghfirullaahal'adziim, maafkan hamba ya Allah,
hamba berpikir Engkau akan sejahat itu.

Sebuah tekad, di mana tekad? Berubah dong berubah jadi baik, do
positive action dong. Pasti bisa, ayo, saya pasti bisa. Semoga dengan
menulis kayak gini bisa mengalihkan semuanya. Semoga saya tidak pernah
melupakan buat buka gmail lalu posting blogger lewat gmail. Otakku
harus dipaksa berpindah haluan dari negatif ke positif, dari yang
dilarang ke yang diperintahkan.

Ya Allah, semoga sifat Maha Pemaaf-Mu tiada pernah hilang, hamba harus
yakin itu. Maha Penyayang-Mu abadi selamanya. Menjadi Sang Pemegang
Kuasa atas segala bentuk kesedihan kami. Iman, Islam, Kesehatan, Kaya,
dst yang baik-baik selalu terlimpahkan pada hamba sekeluarga. Dari
lubuk hati yang terdalam, Harapan Agar Dapat Selalu Bergantung
Pada-Mu.

Allah, maafkan hamba
Sayangi hamba
maafkan hamba
maafkan hamba..

0 komentar:

Post a Comment