Beratnya Proses itu

Proses di dalamnya jelas harus ada sebuah pembuktian, ia
dinamakan sebuah proses karena ia akan menjadi sebuah anak tangga baru
yang perlahan membantu kita menuju tingkat terisitmewa menurut pribadi
masing-masing.
Berat? Emang iya. Aku punya kemauan tapi membayangkan beratnya
itu seperti tak sanggup menjalankannya. Butuh sahabat, yang selalu
"ada", yang siap menepuk pundakku di saat aku punya kemauan
menjalankan proses, yang selalu tersenyum saat aku butuh ditenangkan.
Jiwa sosialku muncul, aku menyadari bahwa aku tak bisa hidup
sendiri, sebenarnya kesadaran ini muncul sudah lama.
Di manakah kamu wahai sahabatku, sahabat dengan akhlak nya yang
luhur. Baiklah, aku tak berdiam diri, aku rela, aku ikhlas saat ada
hal yang membuatku tersakiti akibat dari kegetolanku menemukanmu,
benar, sekali lagi itulah proses, proses yang sama sekali bukan hal
yang ringan, BAGIKU. Tapi, aku akan berusaha mensugestikannya menjadi
ringan.
Aku harus berusaha sendiri kini, tapi aku punya Allah. Allah
memang sahabat yang haqiqi, sejatinya. Hanya aku saja yang begitu
sulit menjadikannya sahabat. Maaf, alasannya terlalu picik, jadi aku
tidak mau menyebutkan aibku.
Ya Allah yang Maha Suci, Berikanlah hamba sahabat yang baik dan
cocok, untuk meringankan beban hamba. Tentu semua karenaMu. Dan terima
kasih, syukur hamba kepadaMu.

0 komentar:

Post a Comment