Ingin Selalu Rukun dan Akrab

Assalaamu'alaikum Wr Wb!

Alhamdulillaah, ya Allah tiada daya dan upaya kecuali karena Kuasa-Mu.

Jumat, hari ini Insya Allah adalah hari yang begitu dekat dengan-Nu, segala doa akan kau ijabah, aamiin. Hamba memohon kepadaMu, suatu saat nanti izinkan hamba kembali di sini, di kota kelahiran hamba, tepatnya bersama bapak ibu hamba beserta saudara-saudara hamba dalam keadaan yang sehat. Rabb, jaga keluarga ini, berikan kebahagiaan bagi kami.

Bisa dibilang, ini adalah hari terakhirku di sini, di Surabaya. Hamba akan rindu, rindu dan begitu rindu dengan kehidupan berkeluarga. Ga ngerti kenapa semua jadi terasa indah dan lebih berwarna saat Engkau menakdirkan Bapak, Handy dan Chandra dalam keluarga ini. Mereka telah menjadi inspirasi bagi hamba. Terutama Handy, suwun Sob!

Hanya sebagian kecil dari hidup hamba mendapatkan pendidikan dari seorang ayah, tapi kemudian sedikit demi sedikit hamba mulai mengerti arti tanggung jawab seorang laki-laki dalam keluarga, ini hamba dapatkan dari Bapak. Makasih Bapak. Kemudian, tanpa disangka hamba belajar sebuah sikap yang lainnya dari saudara belum akrab saya, hehe, Handy. Dia mengajarkan hamba tentang kefokusan hidup, no galau, jadi hangat, lebih ngedepanin logika, bahwa kita masih punya satu pekerjaan yang harus lebih dipikirkan ketimbang hal lain yang menyedihkan. Belajar dari dia arti sebuah ketampanan, hehe, berasa pengen ketawa aja, gimana enggak, ibu hamba bilang dia anak yang ganteng cuma rada males. Pertahanin Bro ketampananmu, semakin ke sini setuju juga sama yang dibilang ibuk. Hehe. Wah, harusnya saya manggil kamu "Sem" ni! Iya, Handsome, wkwkwk, just kidding. Anyway bangga bisa jadi sodaramu.

Chandra, ni anak juga kece badai, Robb. Belum akrab juga si sama dia. Tapi yang hamba tahu anaknya ceria, dimarahin bolak-balik sama ibuk waktu dulu, semakin ke sini semakin ngerti dia. Sekarang dia udah gede ya Robb. Beda banget sama si Handy yang anak rumahan kayak hamba, Chandra lebih suka keluar rumah, temennya bejibun. Alhamdulillaah, itu yang menginspirasi hamba. Makasih Brader Chandra. Kurus noh, makan brad makan.

Harusnya ada Akbar, paling kecil. Tapi dia ga ikut kami. Ngga terlalu kenal kamu, tapi pingin doain semoga kamu sehat selalu dan hebat kaya mas-masmu dan ayahmu di sini. Aamiin. Tapi dia tetep hamba anggap saudara, begitu kan Ya Robb? Iyya, aamiin.

Ini juga yang bakal hamba kangen, masakan ibuk. Ibuk ngga pernah nanggung-nanggung kalo masak pas hamba ke sini, ibuk itu lucu, kadang-kadang suka bikin ketawa. Jaga dan lindungi beliau Ya Allah. Sehatkan selalu seluruh orang tua hamba.

Kak ila, semakin baik ya, tambah baik, semoga sehat selalu. Sholatnya digiatkan.

Sudah ya Rabb, begitu saja, inspirasi nyata itu pun telah engkau beri. Tentunya mereka pun masih memiliki kekurangan.

Tulisan ini. Tulisan ini menjadi salah satu tulisan yang sangat hamba senangi.

Ingin rasanya, bisa terus rukun dan akrab sama keluarga. Aamiin

Maaf, jika ini dianggap berlebihan. Maaf sanget.

Wassalaamu'alaikum Wr Wb

0 komentar:

Post a Comment